Dua Kesalahan Besar Pengemudi di Area Pembangunan Jalan

Dua Kesalahan Besar Pengemudi di Area Pembangunan JalanEvakuasi mobil terperosok di galian proyek underpass di Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (23/7). (Foto: ANTARA FOTO/Oky)

LENSAPANDAWA.COM – Satu unit kendaraan truk dan satu mobil berjenis jip mendadak terguling di galian proyek underpass di Kentungan, Sleman, Yogyakarta, Selasa (23/7) kemarin. Proses dua kendaraan itu terguling sempat terekam melalui CCTV.

Dari rekaman yang beredar luas di dunia maya dapat terlihat bahwa saat itu kondisi lalu lintas sedang padat.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan ada faktor yang menjadi penyebab kejadian itu.

Pertama, Jusri menjelaskan adalah faktor manusia, dalam hal ini pengemudi. Mengapa demikian, menurutnya sudah sepatutnya pengemudi menganalisa segala jenis risiko saat berada di jalan raya. Pengemudi seharusnya punya rasa antisipasi untuk memilah jalan yang aman untuk digunakan.

“Ini bukan bencana, tapi ini sifatnya kecelakaan yang mungkin saja masih bisa diantisipasi,” kata Jusri melalui telepon, Rabu (24/7).

Dijelaskan Jusri seharusnya pengemudi memilih jalan yang aman dengan cara memposisikan kendaraan seaman mungkin di jalur itu, bila perlu, kata Jusri pengemudi memilih alternatif jalan yang lain.

“Sudah terlihat visual ada konstruksi. Kok bisa-bisanya begitu tenang berjalan di pinggir jalan tersebut, sangat pinggir. Apa tidak terbaca atau indikasi naluri yang biasanya ada pada manusia. Ketika melihat api menjauh, bila perlu tidak lewati sana,” ucap Jusri.

“Contoh lewat jembatan rusak sementara penumpang banyak. Lebih bagus berjalan pelan, terus penumpang diturunkan dulu. Ini salah satu contoh melakukan mitigasi resiko dengan segala kemungkinan paling kecil,” ucap Jusri lagi.

Kedua, pengemudi menurut dia juga harus mematuhi segala bentuk perintah baik melalui simbol-simbol atau verbal petugas di lapangan. Di samping bicara mengenai naluri pengemudi, Jusri melanjutkan bahwa pengerjaan proyek itu tetap harus diaudit lantaran sudah menyebabkan masyarakat yang melintas menjadi korban.

Dikatakan Jusri pemangku kepentingan harus memastikan apakah pengendali proyek itu yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta PT Istaka Karya sudah memenuhi standar operasional prosedur (SOP).

“Apakah semua elemen SOP sudah dilakukan,” ucap dia.

Jalan proyek underpass di Kentungan yang dilalui mengalami ambles ke kanan. Hal ini menyebabkan kedua kendaraan terperosok masuk ke dalam proyek pembangunan underpass Kentungan. Suasana terjadinya insiden itu cukup padat karena memang mendekati lampu lalu lintas.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here