Waspada Aksi Jual Beli Data Pribadi Lewat Aplikasi Pinjol

Waspada Aksi Jual Beli Data Pribadi Lewat Aplikasi PinjolIlustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

LENSAPANDAWA.COM – Aksi jual beli data pribadi pengguna aplikasi fintech sempat marak beredar di media sosial. Sebagian penjual data pribadi ini memiliki ribuan hingga jutaan data KTP, KK hingga foto selfie menggunakan KTP.

Data-data tersebut merupakan data yang sering diminta oleh aplikasi fintech atau pinjaman online (pinjol) untuk verifikasi akun. Guna verifikasi akun tersebut agar bisa melakukan peminjaman uang dari aplikasi hingga menggunakan fitur Pay Later.

Warganet sempat melampirkan aksi para penjual data pribadi tersebut dalam sebuah thread di Twitter.

[Gambas:Twitter][Gambas:Twitter][Gambas:Twitter][Gambas:Twitter]

Pengamat keamanan siber dari Vaksin.com Alfons Tanujaya membenarkan kabar jual beli data dari aplikasi pinjol tersebut.”Betul, memang disinyalir ada ribuan data fintech yang bocor dan tidak diproteksi dengan baik,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/7).

Alfons mengungkap dari sisi keamanan data aplikasi, ada beberapa aplikasi fintech yang tidak mengelola data dengan baik dan aman. Kerentanan ini membuat aplikasi mudah diretas. Dia pun mengungkap fintech seharusnya memiliki kemampuan sistem keamanan yang tinggi dan peduli dengan keamanan data pelanggannya. Sayangnya, fenomena yang terjadi adalah menjamurnya aplikasi fintech.

“Tetapi fenomena yg terjadi karena menjamurnya aplikasi fintech maka penyedia layanan fintech terutama pinjol sudah menggunakan aplikasi template. Jadi mereka tidak membangun sendiri,” jelas Alfons.

Konsekuensinya adalah template yang tidak secure membuat data pelanggan menjadi korban.

Comment here