Gaikindo Absen di Pameran Mobil Listrik Besutan Pemerintah

Gaikindo Absen di Pameran Mobil Listrik Besutan PemerintahIlustrasi pameran mobil listrik. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)

LENSAPANDAWA.COM – Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selaku asosiasi kendaraan bermotor di Indonesia tak terlibat dalam pameran otomotif listrik, Indonesia Electric Motor Show (IEMS) yang digelar Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) 4-5 September 2019.

Menyikapi hal itu Ketua III Gaikindo Rizwan Alamsjah tak mempermasalahkan Gaikindo tidak terlibat dalam pameran otomotif khusus kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Menurut Rizwan Gaikindo sudah cukup sibuk dengan Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) yang akhir pekan lalu resmi ditutup. Ini belum termasuk agenda GIIAS yang diselenggarakan di Surabaya, Makassar, dan Medan.

“Karena kami juga sudah full (sibuk dengan pameran otomotif berbeda),” kata Rizwan di kawasan BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.

Dijelaskan Rizwan selain GIIAS, Gaikindo juga harus menyiapkan pameran untuk tahun depan yang fokusnya pada kendaraan komersial. Event ini dinamai Gaikindo Indonesia International Commercial Vehicle Expo (Giicomvec) yang hanya dihelat dua tahun satu kali. Giicomvec perdana bergulir pada 2018.

“Jadi saya rasa udah cukup ramai kami itu,” ucap Rizwan.

IEMS diketahui didukung oleh berbagai pemangku kepentingan lintas sektoral. Beberapa Kementerian yang terlibat seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tnggi, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan, Dewan Energi Nasional, Pertamina, dan PLN ikut bagian dalam pameran tersebut.

Sejauh ini peserta yang sudah terdaftar di IEMS 2019 yaitu Toyota, Mitsubishi, Nissan, Hino, Wuling, Gesits, PLN, Qualis, HS Power, Selis, Pindad. Rizwan mengatakan walau saat ini belum ada pihak yang mengajak berdiskusi mengenai acara IEMS, Gaikindo siap jika suatu saat dilibatkan.

“Kami sih siap aja (dilibatkan) kalau mereka (penyelenggara IEMS) minta bantu. Tapi so far kamu belom dengar Tapi mungkin saja, kami siap-siap saja (membantu),” ucap Rizwan.

Sebagai informasi pengunjung IEMS tidak akan dipungut biaya sepersen pun, terkecuali berkeinginan mengikuti seminar bersama para menteri. Per seminar akan dikenakan biaya Rp1 juta per orang (untuk korporasi), Rp2,5 juta (rombongan per tiga orang), Rp750 ribu per orang (individu), dan Rp500 per orang dari kalangan pelajar.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here