Cerita Sopir ‘001’ Jelang 1 Dekade Gojek

Cerita Sopir '001' Jelang 1 Dekade GojekGojek berhasil menjadi perusahaan startup Decacorn pertama sebelum menginjak usia 1 dekade. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)

LENSAPANDAWA.COM – Gojek berhasil menjadi perusahaan startup (rintisan) Decacorn pertama sebelum menginjak usia 1 dekade. Kini mobile platform terbesar di Asia Tenggara karya anak bangsa itu punya 22 layanan dalam satu aplikasi.

Dalam kurun waktu sembilan tahun (2010-2019), Gojek telah membantu mengurangi friksi kehidupan sehari-hari serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi, Gojek dapat membuka jutaan lapangan pekerjaan dan membuka akses pasar kepada lebih dari 300.000 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Salah satu mitra pengemudi, Mulyono merasakan bagaimana pesatnya perkembangan Gojek selama sembilan tahun, dari sulit mencari pelanggan, sampai ia ‘kebanjiran’ order.

“Dulu untuk mendapatkan orderan saja sangat sulit karena masih berupa call center. Untuk satu pelanggan bertemu dengan driver bisa memakan waktu sekitar 40 menit. Sekarang dengan adanya aplikasi, sudah sangat mudah untuk pelanggan bertemu dengan driver. Bahkan driver pun sudah memiliki aplikasi tersendiri dengan fitur-fitur yang sangat mempermudah kami semua,” ucap Mulyono.

Dari pertama kali muncul hingga saat ini, Gojek terus keluarkan inovasi-inovasi baru yang sejalan dengan misinya yaitu mempermudah hidup masyarakat Indonesia dengan berbagai layanan yang disediakan. Dari Juni 2016 hingga Juni 2019, jumlah transaksi yang diproses dalam platform Gojek melesat hingga 12 kali lipat.

“Saya sangat bangga dan terharu Gojek bisa tumbuh pesat di Indonesia. Seakan tidak percaya Gojek akan besar kayak begini. Bangga menjadi bagian terkecil tumbuhnya Gojek sebagai karya anak bangsa,” tambah Mulyono.

Di 2015, Gojek baru memiliki tiga layanan yaitu GoRide, GoSend, dan GoMart. Seiring berjalannya waktu, Gojek pun mengeluarkan berbagai layanan lainnya yang saat ini sudah tak asing lagi di mata publik seperti GoFood, GoGlam, GoMassage, GoClean dan GoTix.

Setahun kemudian, Gojek pun merambah ke dunia fintech dengan peluncuran GoPay. Tentu saja Gojek tidak berhenti di 9 layanan yang sudah ada, tetapi terus berinovasi ke berbagai layanan lainnya.

Setelah beberapa tahun berbisnis dan menjadi penyedia layanan on-demand terpercaya di Indonesia, Gojek pun berekspansi ke negara-negara di Asia Tenggara dimulai dari Vietnam dan Singapura di 2018 yang kemudian dilanjutkan ke Filipina dan Thailand di 2019.

Cerita lain datang dari Pingkan Irwin VP Head of Communication in Transport Marketing sebagai salah satu karyawan Gojek yang sudah bergabung sejak 2015, atau saat kantornya masih di jalan Ciasem, Kebayoran Baru. Ia bercerita timnya cuma terdiri dari lima orang dengan budget terbatas.

“Sudah terbiasa turun ke lapangan, banyak materi yang kita shoot sendiri dan bahkan tidak jarang modelnya adalah karyawan Gojek. Sekarang timnya sudah begitu besar, budget-nya juga sudah meningkat secara signifikan dan kita punya kesempatan untuk kerja sama dengan berbagai production house dan sutradara yang berpengalaman,” ujar Pingkan.

“Dan rasanya sangat bangga ketika Gojek mulai dapat banyak penghargaan, baik sebagai perusahaan maupun penghargaan untuk campaign-campaign kita di Citra Pariwara,” pungkasnya.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here