Twitter Tangguhkan Akun Konspirasi Usai Trump Cuit Ulang

Twitter Tangguhkan Akun Konspirasi Usai Trump Cuit UlangIlustrasi. (REUTERS/Dado Ruvic)

LENSAPANDAWA.COM – Twitter telah menangguhkan akun yang yang mengandung konten konspirasi usai Presiden Amerika Serikat Donald Trump me-retweet salah satu cuitan.

Dilansir dari The Verge, akun atas nama Lynn Thomas ditangguhkan karena melanggar aturan Twitter yang melarang pengguna menggunakan akun bayangan untuk mengamplifikasi suatu isu dengan sengaja.

Bagi Twitter, akun tersebut melanggar aturan platform karena menggunakan banyak akun untuk membesarkan suatu isu.

Sebelum ditangguhkan, akun itu mendorong meme konspirasi Qanon dan teori-teori aneh tentang partai Demokrat di AS yang membunuh anak-anak untuk memanen kelenjar pineal mereka.

Salah satu meme itu menargetkan Bill dan Hillary Clinton, mengklaim bahwa mereka ‘menyiksa dan mengorbankan anak-anak’ untuk mendapatkan obat yang hanya dapat ditemukan di dalam tengkorak manusia.

Pada bulan Juni, Twitter mengumumkan kebijakan baru yang akan menyembunyikan cuitan dari akun milik tokoh publik, seperti Trump, apabila akun mereka melanggar aturan platform.

Jika cuitan dianggap tidak pantas, cuitan tersebut akan berwarna abu-abu dan pengguna harus menekan tombol ‘Lihat’ sebelum dapat melihat konten.

Dilansir dari The Daily Beast, Twitter telah lama bergulat dengan bagaimana menegakkan aturannya di era Trump. Trump pada akhir minggu ini mencerca perwakilan kongres Elijah Cummings yang beretnis orang Afrika-Amerika.

Tak hanya itu, Trump juga mencerca distrik yang diwakili Cummings di Maryland. Salah satu cercaan Trump adalah ‘tidak ada manusia yang mau tinggal di sana’. Masyarakat distrik di Maryland yang diwakili Cummings, 53 persen berkulit hitam.

Comment here