Sejumlah bus dimodifikasi untuk keperluan safari wukuf jamaah sakit

Sejumlah bus dimodifikasi untuk keperluan safari wukuf jamaah sakitAmirul Hajj gelar rapat koordinasi dengan tim PPIH 2019 bahas pelaksanaan puncak musim haji (Hanni Sofia)

LENSAPANDAWA.COM – Sejumlah kendaraan dan bus khusus dimodifikasi untuk keperluan pelaksanaan safari wukuf bagi jamaah yang sakit atau mengalami kendala kesehatan sehingga tak bisa melaksanakan ibadah wukuf sebagaimana mestinya.

Amirul Hajj Lukman Hakim Saifuddin setelah menggelar rapat koordinasi dengan seluruh pimpinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2019 di Kantor Urusan Haji Indonesia Syisyah, Mekkah, Jumat, mengatakan pemerintah memastikan akan menyediakan program safari wukuf.

“Keutamaan haji adalah wukuf di Arafah oleh karenanya bagi pasien-pasien dengan kondisi kesehatan yang sama sekali tidak memungkinkan karena tidak bisa lagi beribadah secara normal maka mereka itu akan diberangkatkan ke Arafah untuk melaksanakan wukuf dengan bus-bus yang sudah kita modifikasi,” kata Lukman Hakim yang juga Menteri Agama (Menag).

Ia mengatakan bus-bus tersebut dimodifikasi sehingga memungkinkan pasien untuk berbaring atau duduk di kursi roda.

Dengan begitu mereka tetap bisa mendapatkan perawatan sekaligus menunaikan rukun hajinya untuk wukuf di Arafah.

“Jadi sebagian mereka akan tetap berbaring di dalam bus, sebagian duduk di kursi roda masing-masing mungkin dengan infus dan beberapa peralatan kesehatan yang masih melekat pada dirinya tapi tetap kita berangkatkan ke Arafah untuk tetap bisa melakukan wukuf. Itu kita namai safari wukufkan,” katanya.

Amirul Hajj juga menekankan akan ada pelaksanaan badal haji bagi jamaah yang sakit atau yang meninggal dunia.

Ia mengatakan, ada petugas-petugas khusus yang memang nanti ditugaskan untuk menggantikan jamaah yang sakit atau wafat sebelum wukuf di Arafah.

Menjelang puncak musim haji, Amirul Hajj mengimbau jamaah untuk menjaga pola hidup sehat terutama saat menjelang wukuf di Arafah.

“Karena ini memerlukan ketahanan fisik yang luar biasa, yang kedua adalah semua kita, jamaah haji khususnya harus senantiasa berada dalam regu dan rombongannya masing-masing. Jadi jangan terpisah jangan melakukan aktivitas sendiri-sendiri karena ini akan menyulitkan jadi tetap beraktivitas dalam koordinasi ketua regu, ketua rombongannya masing-masing sehingga kebersamaan itu tetap bisa terjaga,” katanya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here