Pemprov Papua gelar lomba konten digital kampanye PON

Pemprov Papua gelar lomba konten digital kampanye PONKepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Kansiana Salle (ANTARA News Papua / Hendrina Dian Kandipi)

LENSAPANDAWA.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menggelar lomba pembuatan konten digital untuk mengkampanyekan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2020 dan Pekan Paralimpiade Nasional atau Pekan Paralimpik Indonesia (Peparnas) di Bumi Cenderawasih.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Papua Kansiana Salle, di Jayapura, Minggu, mengatakan perlombaan yang diperuntukan bagi seluruh lapisan masyarakat umum, Aparatur Sipil Negara (perorangan maupun kelompok) serta badan usaha tersebut, akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp642.500.000.

"Sehingga harapannya masyarakat luas pun ikut terlibat di dalam pelaksanaan PON dan Peparnas itu sendiri melalui hasil karya konten digital tersebut," katanya.

Menurut Kansiana, sementara sejumlah persyaratan umum yang wajib diketahui sebelum mengikuti lomba, yakni merupakan masyarakat yang berdomisili di dalam maupun luar wilayah Provinsi Papua dengan karya yang dilombakan dibuat dalam bentuk animasi, video maupun foto.

"Karya yang mendapat predikat Juara I, II dan II maupun berkategori menarik, akan dipakai untuk kampanye digital pada media sosial Facebook, Instagram dan Twitter," ujarnya.

Dia menjelaskan sementara untuk pemenang pertama dari kelompok badan usaha akan bekerja sama dengan Diskominfo Provinsi Papua dalam mengkampanyekan pelaksanaan PON dan Peparnas 2020 pada media sosial Facebook, Instagram dan Twitter.

"Untuk jadwal pelaksanaan, ketentuan lengkap lomba bisa dilihat dan diunduh pada website resmi Pemprov Papua, yakni www.papua.go.id serta akun media sosial fb@papuaprov, ig@pemprovpapua, twitter@pemprovpapua," katanya lagi.

Sekadar diketahui, digital konten adalah informasi yang tersedia melalui media dalam beragam format, baik teks atau tulisan, gambar, video, audio atau kombinasinya yang diubah oleh mesin pembaca ke dalam bentuk kode sehingga dapat dibaca oleh masyarakat, kemudian ditampilkan pada komputer maupun ponsel pintar lalu dikirim dan dibagi-bagikan melalui media sosial dan lainnya.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here