Kemenperin Dorong AMMDes Punya STNK

Kemenperin Dorong AMMDes Punya STNKPemasaran ritel AMMDes rencananya bakal dilakukan oleh divisi penjualan KMWI, yaitu Kreasi Mandiri Wintor Distributor (KMWD). (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)

LENSAPANDAWA.COM – Kementerian Perindustrian terus mendorong mobil perdesaan atau Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDes) untuk segera menegaskan statusnya tidak hanya sekadar alat untuk pertanian, tetapi harus memiliki memiliki kemampuan digunakan di jalan raya.

Menurut Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Harjanto AMMDes punya potensi sebagai alat serbaguna untuk penggunaan di jalan ‘onroad’, untuk itu harus memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

“Jadi memang ada dua versi, pertama ini berhatap. Ini ke depan nanti kami akan membangun versi yang dilengkapi (surat STNK). Tapi ini (seri pertama) sudah ada surat kok,” kata Harjanto di kantornya di bilangan Jakarta Pusat belum lama ini.

Model pertama AMMDes diperuntukan hanya untuk kegiatan pertanian, karena itu kecepatan maksimal AMMdes hanya 40 km per jam sehingga tidak perlu STNK. Diharapkan model baru AMMDes bisa untuk penggunaan onroad yang tentunya pergerakannya harus lebih cepat dari sebelumnya.

“Tapi memang karena ini lebih ke desa, jadi mengembangkan kendaraan offroad. Artinya di daerah yang infrastrukturnya minimalis,” kata Harjanto.

Selain sebagai alat transportasi, AMMdes ini juga bisa menjadi alat produksi maupun menggerakkan alat bantu kerja sesuai kebutuhan di pedesaan. Menurut produsen, kemampuan alat angkut ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tergantung dari alat yang ‘digendong’.

Adapun kemampuan alat khusus AMMdes menjadi penjernih air, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, hingga membantu petani mengolah kopi.

Menurut Harjanto pengembangan berikutnya, AMMDes bakal disesuaikan agar performanya bisa diandalkan di jalur aspal.

“Tentunya akan kami lengkapi dengan surat menyurat yang ada,” imbuh Harjanto.

Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) sebagai anak perusahaan Astra Internasional, sekaligus produsen AMMDes mengatakan alat angkut itu akan dibandrol Rp70 juta namun tanpa alat khusus.

Pemasaran ritel AMMDes rencananya bakal dilakukan oleh divisi penjualan KMWI, yaitu Kreasi Mandiri Wintor Distributor (KMWD). Namun untuk penjualan ke institusi pemerintah bakal dilakukan usai E-Catalogue di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) keluar.

Pihak AMMDes menyebut bahwa E-Catalogue kemungkinan tayang pada Oktober 2019.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here