Pesanan Ojol Diperkirakan Anjlok 50 Persen Saat Listrik Mati

Pesanan Ojol Diperkirakan Anjlok 50 Persen Saat Listrik MatiIlustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Daniela Dinda)

LENSAPANDAWA.COM – Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia mengatakan pemadaman listrik (blackout) pada Minggu (4/8) berdampak negatif bagi pendapatan mitra pengemudi ojek online. Akibat pemadaman listrik, Garda memperkirakan jumlah pemesanan mitra turun 50 persen. 

Ketua Presidium Garda, Igun Wicaksono mengatakan  pengemudi sulit mendapatkan pesanan dari konsumen. Begitu juga sebaliknya, konsumen juga sulit melakukan pemesanan. 

“Ini (pemadaman) berdampak pada menurunnya margin pendapatan pengemudi ojek online, yang normalnya secara rata-rata pengemudi ojek online bisa mendapatkan lebih kurang 10 order per 12 jam kerja, saat blackout berkurang 50 persen,” kata Igun saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (6/8).

Igun juga mengatakan pencapaian order dari transportasi berbasis aplikasi online juga ikut anjlok. Artinya pengemudi tak bisa mendapatkan bonus apabila tidak memenuhi target pesanan dalam sehari.

Padahal pemesanan melalui aplikasi mengandalkan sinyal data telekomunikasi. Sementara pemadaman listrik memengaruhi sinyal data telekomunikasi. 

Ada beberapa wilayah yang masih kuat sinyal, tapi ada beberapa wilayah juga yang lemah sinyal. Sehingga penumpang dan pengemudi dapat terhubung untuk order layanan transportasi online untuk  wilayah kuat sinyal. 

Akan tetapi, di wilayah lemah sinyal, penumpang dan pengemudi sulit terhubung karena terganggunya sinyal data. 

“Terjadinya blackout PLN ini merugikan bagi para pengemudi ojek online karena sulitnya mendapat sinyal telekomunikasi untuk terhubung dengan penumpang pemesan layanan ojek online. Sehingga menurunkan margin pendapatan,” katanya.

Comment here