Kemenperin Usul Mobil Pak Tani Jadi Barang Sewa

Kemenperin Usul Mobil Pak Tani Jadi Barang SewaPengunjung mengamati Kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan ( AMMDes) pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang (2/8). (CNN Indonesia/Hesti Rika)

LENSAPANDAWA.COM – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) percaya kendaraan angkutan khusus perdesaan, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes), bisa digunakan untuk membuka peluang bisnis model baru. Menurut Kemenperin AMMDes bisa dijadikan barang sewa ketimbang harus dibeli ‘pak tani’.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin Alat Transportasi, dan Elektronika (Ilmate) Harjanto menyampaikan, pengusaha di dunia pertanian diharapkan bisa membeli AMMDes secara borongan lantas unitnya disewakan ke petani saat musim panen.

Skema sewa itu disebut bisa menjadi model bisnis baru di perdesaan. Saat ini Kemenperin menjelaskan banderol AMMDes mulai Rp70 juta dan bisa lebih mahal tergantung alat bantu yang menempel.

Seperti diketahui AMMDes merupakan kendaraan yang sanggup dipasangkan alat bantu pertanian seperti penjernih air, penyosoh beras, pompa irigasi, generator listrik, pembuat ice flake, pengolah kopi, bahkan ambulan.

“Ini bisa jadi model bisnis baru di desa-desa. Kalau di kota nyewain kendaraan MPV untuk transportasi, di desa juga bisa membuat kegiatan seperti ini misalnya punya 10. Nah pola seperti ini kami pikirkan dan dibangun,” ucap Herjanto.

Program AMMDes Harga Murah

Produsen AMMDes, Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), menjelaskan, harga Rp70 juta dirasa bukan persoalan bagi pasar. Menurut Presiden Direktur KMWI Reiza Treistanto, buat yang merasa kebutuhannya sesuai dengan AMMDes, harga bukan jadi masalah.

“Sejauh ini bagi mereka yang merasa kebutuhannya alat kami sesuai kebutuhan, mereka tidak ada masalah dengan harga,” kata Reiza.

Meski demikian, Reiza bilang harga AMMDes bisa saja menjadi lebih murah bila pihaknya sudah memiliki skema baru untuk meringankan pembelian. Dia mengatakan salah satu caranya melalui program CSR (Corporate Social Responsibility).

“Ada lah ke arah sana, jadi lewat CSR. Tapi berapanya masih dihitung angkanya,” ungkap Reiza.

Sementara itu Herjanto mengakui Kemenperin belum terpikirkan membuat skema khusus untuk menekan harga AMMDes.

“Kalau CSR case by case. Tapi target kami bukan CSR-nya,” kata Harjanto.

Pemasaran ritel AMMdes rencananya bakal dilakukan divisi penjualan KMWI, yaitu Kreasi Mandiri Wintor Distributor (KMWD). Sedangkan penjualan fleet ke institusi pemerintah bakal dilakukan usai E-Catalogue di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (LKPP) keluar kemungkinan pada Oktober 2019. 


Selain untuk memenuhi kebutuhan petani lokal, AMMDes juga direncanakan ekspor ke Timor Leste, Afrika, dan lain sebagainya. Ekspor disebut dimulai tahun depan dengan jumlah setidaknya 10 ribu unit. Pengapalannya bakal dilakukan secara bertahap dalam waktu lima tahun.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here