Taktik Supaya Mobil Korban Aksi Hura-hara Ditanggung Asuransi

Taktik Supaya Mobil Korban Aksi Hura-hara Ditanggung AsuransiIlustrasi kerusuhan. (Foto: Istockphoto/erlucho)

LENSAPANDAWA.COM – Aksi hura-hara di Kota Manokwari, Papua pada Senin (19/8) menimbulkan kerugian akibat pembakaran sejumlah kendaraan di lokasi kejadian.

Dalam kondisi ini praktis membuat rugi pemilik kendaraan terutama jika mobilnya tidak dilindungi asuransi. Dalam kondisi itu pemilik akan pusing dengan beban biaya perbaikannya.

Kendati demikian tidak semua kendaraan yang telah rusak itu bisa ditanggung asuransi. Pemegang polis asuransi harus teliti untuk menghindari kantong jebol.

Pihak asuransi Garda Oto menyarankan pemegang polisi mengetahui risiko dengan meneliti isi halaman depan dalam polis asuransi.

Dalam keterangan resmi dikutip, risiko Sendiri dapat diartikan sebagai besaran biaya yang dibayarkan oleh pemilik polis apabila terjadi ajuan klaim. Tertanggung asuransi wajib membayar biaya risiko sendiri berdasarkan atas kejadian kerugian atau kerusakan. Tujuan dari penerapan risiko sendiri ini adalah:

Pertama, risiko sendiri akan menjadikan pemegang polis lebih hati-hati mengemudikan kendaraan yang ditanggungkan itu. Kedua, risiko sendiri membuat tertanggung lebih sadar bahwa asuransi yang dimiliki tidak menanggung biaya perbaikan kendaraan sepenuhnya.

Gambaran biaya risiko sendiri asuransi Garda Oto komprehensif, yaitu, saat mobil kita menabrak pembatas jalan dan menyebabkan bodi depan atau samping mobil rusak. Maka, anda dapat melakukan klaim hingga mobilnya pun dirujuk pada bengkel rekanan asuransi. Kita hanya perlu membayar biaya risiko sendiri sebesar Rp300 ribu per kejadian.

Namun bila sesuatu menimpa mobil, pasti membutuhkan biaya untuk memperbaikinya. Bila dampaknya kecil, mungkin biaya yang dikeluarkan tidak terlalu besar dan menguras dompet Anda. Tapi bagaimana bila dampak tragedi itu menyebabkan kondisi mobil parah dan merugikan pihak lain.

Praktis harus merogoh kantong lebih dalam untuk memperbaikinya. Ada lagi istilah biaya risiko sendiri asuransi Garda Oto perluasan jaminan.

Selain menggunakan asuransi komprehensif, tertanggung disarankan menambah perluasan jaminan.

Perluasan jaminan ini terdiri dari banjir, angin topan, badai, dan tanah longsor, gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung berapi, Huru-Hara (SRCC/Strike, Riot, and Civil Comotion), terorisme dan sabotase, tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga dan kecelakaan diri pengemudi dan penumpang.

Karena itu pemegang polis sebelum menentukan produk asuransi yang akan dipilih wajib memahami biaya apa saja yang mungkin dibebankan kepadanya untuk menghindari ‘buntung’ di kemudian hari.

Untuk hura-hara di Kota Manokwari sendiri dijelaskan dalam Pasal 3 Ayat 3.1 Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia.

Definisi huru-hara Huru-hara adalah keadaan di satu kota di mana sejumlah besar massa secara bersama-sama atau dalam kelompok-kelompok kecil menimbulkan suasana gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat dengan kegaduhan dan menggunakan kekerasan serta rentetan pengrusakan sejumlah besar harta benda, sedemikian rupa sehingga timbul ketakutan umum, yang ditandai dengan terhentinya lebih dari separuh kegiatan normal pusat perdagangan/pertokoan atau perkantoran atau sekolah atau transportasi umum di kota tersebut selama minimal 24 jam secara terus-menerus yang dimulai sebelum, selama atau setelah kejadian tersebut.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here