BPS: moda transportasi udara mengalami penurunan pada akhir 2019

BPS: moda transportasi udara mengalami penurunan pada akhir 2019Pesawat terbang menjadi salah satu moda trasportasi yang mengalami penurunan jumlah penumpang pada akhir tahun 2019, Bandarlampung 04/02/2020 (ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi)

LENSAPANDAWA.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat pada akhir tahun 2019 jumlah kedatangan dan keberangkatan penumpang moda transportasi udara mengalami penurunan.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Faizal Anwar mengatakan, telah terjadi penurunan jumlah keberangkatan penumpang pada akhir tahun 2019 dari Bandara Raden Inten II sebesar 2,48 persen, bila di bandingkan dengan bulan November 2019.

"Ada penurunan pada keberangkatan penumpang dari 82.429 jiwa pada November turun menjadi 80.372 jiwa di akhir tahun," ujar Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung Faizal Anwar, di Bandarlampung, Selasa.

Ia mengatakan, penurunan jumlah keberangkatan penumpang terbanyak terjadi pada Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dengan persentase sebesar 18,23 persen.

"Penurunan terjadi dari 2.820 jiwa menjadi 2.306 jiwa, semua dari Palembang berbeda dengan Desember tahun lalu penurunan rata-rata dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta, " katanya.

Selain penurunan jumlah keberangkatan penumpang moda transportasi udara juga mengalami penurunan pada jumlah kedatangan penumpang.

"Selain keberangkatan juga terjadi penurunan pada jumlah kedatangan pada akhir tahun 2019, sebesar 1,66 persen, " ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Lampung Riduan.

Menurutnya, jumlah kedatangan mengalami penurunan sebanyak 1.361 jiwa dari bulan November 2019.

"Pada bulan November tercatat ada 81.850 jiwa datang melalui Bandara Raden Inten II, namun di akhir tahun hanya ada 80.489 jiwa kedatangan, dan penurunan kedatangan penumpang yang paling tinggi persen tahun berasal dari Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu dengan persentase 31,19 persen, " katanya

Penurunan jumlah pengguna moda transportasi udara yang rata-rata berasal dari pulau Sumatera terjadi akibat adanya kemudahan akses darat melalui di buatnya jalan Tol trans Sumatera.

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here