Produsen disinfektan AS berusaha keras penuhi keperluan RS di China

Produsen disinfektan AS berusaha keras penuhi keperluan RS di ChinaIlustrasi – Bahaya virus corona yang mematikan. ANTARA/Shutterstock/am.

LENSAPANDAWA.COM – Produsen disinfektan asal Amerika Serikat (AS), Decon7 Systems meningkatkan kapasitas produksi dari tiga pabrik menjadi enam untuk memenuhi permintaan dari sejumlah rumah sakit di China yang berjuang menangani pasien terinfeksi virus corona.

"Ini jauh di luar ekspektasi. Mereka menginginkan semua yang kami produksi," ujar pendiri perusahaan tersebut, Joe Drake, pada Senin.

Rumah sakit di pusat wilayah provinsi Hubei dan area sekitarnya tengah disibukkan dengan perawatan untuk wabah virus corona yang hingga saat ini telah membunuh ratusan orang dan menginfeksi lebih dari 17.000 orang.

Disinfektan yang dimaksud dikenal sebagai D7, bekerja dengan menyerang virus dan membunuh bagian RNA ( materi genetis) virus tersebut.

Menurut Drake, D7 efektif hingga delapan jam pada suhu rata-rata dengan disemprotkan ke area rumah sakit tempat pasien terinfeksi dirawat, atau bisa juga untuk membunuh partikel tersisa di permukaan barang atau sistem ventilasi.

China berulang kali menyebut bahwa pihaknya kekurangan pasokan alat-alat medis, termasuk perlengkapan dasar untuk melindungi pekerja medis seperti masker dan pakaian pelindung, di kawasan yang terpapar parah.

Dengan adanya permintaan dari sejumlah rumah sakit di kota Wuhan, Jingzhou, Xiaogan, dan Changde, Decon7 akan melakukan giliran kerja ganda di tiga pabrik tambahan di AS mulai pekan ini.

Perusahaan itu berharap bisa mengangkut tujuh kontainer produk yang masing-masing memuat sekitar 36 ton melalui transportasi udara pada pekan ini untuk mempercepat pengiriman yang secara normal memakan waktu tiga sampai empat pekan lewat jalur laut.

"Kami tidak kesulitan dalam pembuatan produk, namun justru pengemasannya, karena mereka menginginkan produk dalam kemasan kecil agar lebih mudah digenggam oleh pekerja medis," kata Drake.

Pada Sabtu (1/2), pemerintah China menghapus pajak 48% yang biasa dipungut dari produk disinfektan asal AS karena perselisihan dagang antara China dan AS.

Menurut Kementerian Perdagangan China, pihaknya telah menerapkan pengecualian pajak sementara bagi produk-produk dari AS untuk membantu menangani wabah corona.

Sumber: Reuters

Demikian berita ini dikutip dari ANTARANEWS.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here