Penjualan Jimny Disetop di Eropa Tak Akan Berdampak ke RI

Penjualan Jimny Disetop di Eropa Tak Akan Berdampak ke RISuzuki Jimny. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)

LENSAPANDAWA.COM – Suzuki Indomobil Sales (SIS) menanggapi penghentian penjualan Jimny di Eropa karena ketatnya regulasi CO2 yang mulai berlaku pada 2021. Mulai tahun depan, setiap produsen mobil hanya boleh menjual mobil dengan emisi maksimum CO2 95 g/km.

Sedangkan emisi mesin K15B Jimny sebesar 154 gram per km untuk transmisi manual, sementara Jimny matik emisi gas buangnya 170 gram per km.

Direktur Marketing Suzuki Indomobil Sales (SIS) divisi roda empat Donny Saputra menjelaskan penghentian penjualan Jimny di Eropa lantas tidak berdampak pada pasar otomotif Indonesia. Artinya tidak dengan mudah produk Jimny untuk Eropa dialihkan ke Indonesia.

“Jadi tidak bisa yang dari Eropa di bawa ke sini [Indonesia],” kata Donny di Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2).

Membawa Jimny dari Eropa ke Indonesia ‘mungkin’ bisa menjadi solusi mempersingkat masa inden Jimny yang mencapai empat tahun.

Dalam hal ini, menurut Donny, pihaknya tidak bisa sembarang memasukkan Jimny dari Eropa ke Indonesia, sebab hal ini berkaitan dengan spesifikasi. Menurutnya terdapat perbedaan spesifikasi antara Jimny untuk konsumen di Eropa dan Indonesia.

“Jadi tidak serta merta dipasarkan di Indonesia. Jimny di negara mana juga inden. Tidak hanya kami dan saya rasa negara lain berusaha mendapatkan alokasi sisaan dari Eropa tadi,” kata dia.

[Gambas:Video CNN]

Ia juga bilang prinsipal Suzuki masih menentukan jatah Jimny untuk Tanah Air sebanyak 40-50 unit sebulan. Belum ada keputusan bila kuotanya ditambah.

“Ya dari Agustus 2019 berarti populasi Jimny baru itu sudah ada 400an unit sampai sekarang,” kata Dony.

Saking membeludaknya inden Jimny, SIS terpaksa menutup keran pemesanan Jimny di dalam negeri mulai 1 September. Sejak keran inden dibuka pada Juli 2019 di Gaikindo Indonesia International Auto Show sampai akhir tahun, angka pemesanan Jimny tembus 2.000 unit.

“Per tanggal 1 September kami sudah berkoordinasi dengan dealer, apabila mereka punya inden yang panjang untuk sementara tidak menerima inden Jimny lagi,” ucap Direktur Pemasaran SIS divisi roda empat Donny Saputra di Tangerang, Senin (30/9).

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here