Ilmuwan Ungkap Cara Virus Corona Tertular Lewat Air Liur

Ilmuwan Ungkap Cara Virus Corona Tertular Lewat Air LiurIlustrasi bersin. (Istockphoto/seb_ra)

LENSAPANDAWA.COM – Peneliti Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, David Handojo Muljono menyatakan virus novel corona alias Coved-19 bisa menyebar ketika orang yang terinfeksi batuk atau bersin. Menurutnya, batuk atau bersin mengeluarkan droplet (partikel air liur) yang mengandung bakteri.
”Kalau orang sudah sakit, kumannya bergerak di dalam tubuh, terus batuk. Ya itu jelas, droplet lho ya,” ujar David di Kantor LBM Eijkman, Jakarta, Rabu (12/2).
David menjelaskan droplet saat batuk atau bersin tidak terlihat. Akan tetapi, partikel itu bisa menjadi media penularan sebuah virus.
Terkait dengan hal itu, dia mengingatkan agar setiap orang tidak sembarang memegang organ tubuh yang sensitif terhadap virus, seperti mata atau mulut ketika berada di rumah sakit atau lingkungan yang terindikasi terdapat Covid-19.


Sedangkan untuk orang yang terjangkit virus, dia meminta untuk secara sadar menjauh atau menggunakan pelindung mulut guna mencegah penyebaran virus.
”Sebaiknya cuci tangan kita, jangan pegang mulut atau mata untuk tindakan pencegahan lebih lanjut. Tapi terutama kali orang yang flu, batuk dan bersin-bersin kita agak menjauh,” ujarnya.
Lebih lanjut, David mengatakan Covid-19 juga bisa menyebar lewat airbone atau udara. Akan tetapi, dia menyebut penyebaran virus lewat udara tergantung jarak antara orang yang terinfeksi virus dengan yang tidak.
”Airborne itu droplet, bukan terus anda duduk di satu tempat lalu terbang ke tempat lain yang cukup jauh. Seperti orang bersin saja lah jangkauannya sampai di mana,” ujar David.

[Gambas:Video CNN]

Di sisi lain, David mengatakan tingkat bahaya Covid-19 tergantung dari inokulasi (jumlah virus yang masuk ke dalam tubuh) hingga bagaimana berkembangnya sebuah virus.
”Tapi orang-orang yang berjauhan dan terlindung dengan masker, ada kasus jadi hati-hati itu kan terus mengerem atau menyetop penularan itu,” ujarnya.
David menambahkan penurunan penyebaran Covid-19 disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya karena kesembuhan atau meninggalnya pasien. Dia juga menyebut penyakit terbagi dua, ada kronik dan akut.
”Kalau wabah yang ganas mematikan biasanya pendek karena langsung, orang lain protected dan hilang. Sedangkan kalau yang lebih kronik itu lebih bertahan,” ujar David.
Lebih dari itu, David memprediksi penanganan Covid-19 akan berlangsung lebih cepat. Sebab, dia menyebut sudah ada penelitian terhadap virus corona sebelumnya, yakni SARS dan MERS.

Demikian berita ini dikutip dari CNNINDONESIA.COM untuk dapat kami sampaikan kepada pembaca sekalian.

Comment here