Indonesia Bisa, Kisah Sumpah Palapa Gajah Mada, Tahlukkan Nusantara


LENSAPANDAWA.COM, – Jakarta. Menyoroti trending Indonesia terserah sebagai ungkapan kekecewaan tenaga medis karena longgarnya PSBB yang dijadikan “gorengan politik”.

Ketua Umum Barisan Penggerak Rakyat Jokowi-Amin (BARAK JOIN) Ali Nugroho  mengatakan Presiden harus membangun semangat rakyat dengan menggelorakan “Indonesia Menembus Batas” dari rasa ketakutan, rasa lelah, rasa lapar, rasa putus asa, rasa pesimis, dll.

“Bukan Terserah akan tetapi #Indonesia Bisa# Tembuslah batas-batas rasa-rasa negatif menjadi positif.” Melalui keterangan tertulis (26/05/2020).

Dikisahkan olehnya, pada kejayaan kerajaan Majapahit dimana Mahapatih Gajah Mada mengucapkan “Sumpah Palapa” bahwa ia tidak akan makan (palapa atau rempah-rempah) bila belum berhasil menaklukkan Nusantara.

Dilanjutkan olehnya, bila dilihat dari periodesasi Gajah Mada diangkat jadi mahapatih Majapahit dan sumpah tersebut. Pada masa raja Tribuana tunggadewi yang berkuasa pada tahun 1328-1351. (Prasasti Singasari) dan kurun waktu Abad 13 hingga abad 14 tersebut, didunia khususnya di Eropa lagi terserang pandemi pes atau disebut “Black Death”  yang hampir memberangus duapertiga jumlah penduduk Eropa. (Antara 1346 dan 1350).

Meski butuh pembuktian penelitian lebih lanjut. ditenggarai wabah pes berasal dari dataran Asia tengah. Dari daerah ini, menyebar menuju Eropa melalui Jalur Sutra dibawa oleh tentara dan pedagang Mongol. Sedangkan pada waktu itu kerajaan besar Jawa adalah singasari. Dan singasari pernah perang dengan kerajaan Mongol pada masa raja Jayakatwang. Raden wijaya sebagai pendiri Majapahit pernah bersekutu dengan tentara Mongol untuk mengalahkan Jayakatwang.

“Mungkin saja disitu mulai ada penyebaran pes. Namun yang terpenting Dunia dilanda pandemi, majapahit datang nusantara dikuasai. Berikutnya Majapahit gemilang raja baru hayam wuruk datang, lalu dipuncak kejayaan. Selain perang. Bisa aja penaklukkannya lewat bahan makanan. Sekarang Indonesia Bisa. Pasti bisa.”

Selain itu, dalam menyoroti rasa pesimis sebagian masyarakat akibat wabah Covid 19 yang mulai meningkat lagi.

Masyarakat Peduli Keuangan negara (MPKN) bersama BARAK JOIN yang tergabung dalam Koalisi organ -organ relawan Nusantara (Korelanu),  Rahmat Hidayat mengatakan Presiden RI Harus merespon dengan membangun semangat rakyat ditengah ketakutan atas pandemi Covid-19 dengan mengimplementasikan Janji dan memberdayakan relawan. Meski tak ada satupun program pemerintah diturunkan dengan pelaksananya adalah relawan.

“Selama ini hanya secara struktural saja  diturunkan dalam bentuk program – program sesuai kementrian terkait bidangnya. Sebagai contoh yang terjadi penyaluran bansos banyak yang salah sasaran. Kalau dicoba non struktural. Relawan bisa, pak presiden.” Kata rahmat (26/05/2020).

Akan tetapi, ia masih berharap agar presiden Joko Widodo memberdayakan pengangguran dalam meneruskan pembangunan ekonomi disaat pandemi Covid 19 dengan memanfaatkan lahan kosong negara yang tersedia yang jumlahnya mencapai puluhan juta hektar.

“Pengangguran dikasih lahan untuk bertani dan berkebun. Swasembada pangan harus dibangkitkan. Mencintai produk dalam negeri harus dijiwai. Bisa saja, majapahit  menaklukan nusantara punya kelebihan bahan pangan. Karena wabah, sudah pasti terjadi kelaparan. tentara terjangkit dan lemah. Majapahit mudah menaklukkan. Majapahit bisa. Indonesia bisa.”

Sekedar mengingatkan, lanjutnya Padahal kalau Jokowi sadar, salah satu faktor ia terpilih adalah oleh seleksi Alam dan dianugerahi oleh Tuhan YME serta diamanatkan oleh rakyat untuk memimpin bangsa dan negara ini, dari asal seorang tukang kayu.

“Ken Arok adalah pendiri Raja Singosari yang memutus mata rantai  trah keturunan, Syailendra. Berikut pada masa trah ken arok atau trah Rajasa sering terjadi pemberontakan perebutan kekuasaan. Semoga jokowi bijak dan berbelas hati tergerak untuk mengangkat orang dari bawah.” Kata Pria yang akrab dipanggil Somad aktivis 98. (Red/Fprn)

Comment here