Bentuk Peduli Ketua PAC Dan Ketua DPC Basmi Lamteng Terhadap warga Penderita Kanker Hati

Lampung Tengah (Lensapandawa.com)
Bentuk perduli atas derita, dan kondisi salah satu warga masyarakat Kampung Kali randu, Kecamatan.Seputih Agung, Lampung Tengah, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barisan Muda lndonesia (Basmi) setempat, bersama Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Lampung Tengah, dan Jajaran menyambangi kediaman Sadi alias Uuk (42) penderita Kanker Hati, yang selama beberapa bulan terakhir ini hanya bisa tergolek sakit diatas derita yang dialami tanpa ada perhatian dari pihak-pihak terkait.
Menurut Ketua PAC Basmi Seputih Agung, Deman Nius menjelaskan dimana kegiatan ini dalam rangka bentuk keperdulian PAC Basmi Seputih Agung atas derita salah satu warga yang menderita kanker hati. Dan kebetulan pada hari ini adalah peringatan Isra Miraj 1442 H. Dimana, meski bantuan yang kami berikan ini tidak bernilai tinggi, namun inilah bentuk keperdulian kami dari PAC Basmi Seputih Agung,  sebagai salah satu kontrol sosial di masyarakat.
“Kami sangat berharap kepada pihak-pihak terkait dan Pemkab.Lamtemg, untuk bersama-sama ikut perduli atas derita yang di alami oleh Sadi saat ini,” ungkap Deman.
Masih ditempat yang sama menurut Ketua DPC Basmi Lamteng, Abdul Razak, sangat mensupport atas langkah dan gerakan yang di lakukan oleh PAC Seputih Agung, dan dirinya berharap, hal ini dapat menjadi contoh bagi PAC lainnya yang tersebar di 12 Kecamatan SeKab.Lamteng, untuk bagaimana dapat memberikan perhatian kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Kegiatan yang di ambil oleh PAC Seputihagung ini sangat saya dukung, dimana kegiatan ini memang langsung menyentuh ke masyarakat yang memang membutuhkan uluran tangan. Besar harapan kami agar Pemerintah dapat membuka mata hatinya dengan melihat keadaan salah satu masyarakat,” harap Razak.
Selain itu menurut Dislam (60) paman Sadi mengatakan bahwa, dimana dirinya dan pihak keluarga sangat berterima kasih atas perhatian dan bentuk kepedulian dari LSM Basmi Lamteng. Dimana beberapa waktu yang lalu, sempat ada pihak dari Kecamatan yang sempat datang memberikan sedikit bantuan, namun tidak ada tanggapan terkait derita yang di alami keponakannya itu.
“Ya, sudah beberapa bulan ini Sadi tinggal bersama kami, karena keadaan rumah yang tidak layak lagi untuk di tempati. Dimana Sadi juga adalah yatim piatu yang ditinggal oleh kedua orang tuanya sejak masih kecil. Bahkan selama ini Sadi belum pernah menerima bantuan dalam bentuk apapun, dan bagaimana solusi terkait penyakit yang di alaminya selama ini,” keluh Dislam. (Faisol/Riki)

Comment here