Warga Kampung Fajar Asri Lamteng, Keluhkan Penyaluran BLT


LENSAPANDAWA.COM, – Lampung Tengah. Ditengah masa pandemi Covid-19, dengan banyaknya bantuan yang bergulir dari pemerintah pusat maupun daerah yang diturunkan guna membantu menopang perekonomian masyarakat yang terkena imbas dari wabah ini, dan warga yang kurang mampu, khususnya di wilayah Kabupaten Lampung Tengah.

 

Namun hal itu menjadi persoalan kesenjangan dan gesekan di tengah masyarakat, dimana bantuan tersebut tidak tersentuh oleh masyarakat yang semestinya layak untuk menerima bantuan itu, bahkan mirisnya masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas malah menerima bantuan.

 

Menuru, salah satu warga Kampung. Fajar Asri, Kec.Seputih Agung, Lamteng, yang enggan identitasnya di publikasikan menjelaskan bahwa, hal membuatnya beranggapan bahwa bantuan ini tidak merata dan tidak adil, dimana masyarakat yang mengeluhkan ketidak adilan pembagian BLT yang bersumber dari dana desa yang di salurkan oleh Pemerintah Kampung setempat, memicu kecemburuan sosial.

 

“Saya merasa dibeda-bedakan dalam hal bantuan apapun, dimana pada tahun ini dirinya tidak menerima Program bantuan apapun, termasuk BLT yang baru saja disalurkan oleh pemerintah Kampung Fajar Asri,” ungkap dia, kepada media ini, Kamis (29/04)

 

Bahkan menurutnya timbul pertanyaan saya sebagai warga desa mengapa saya tidak tersentuh oleh BLT, saya coba menanyakan hal tersebut kepada pihak aparat desa, namun pihak desa menjawab bahwa saya belum berhak untuk menerima bantuan tersebut dikarenakan tempat tinggal yang saya tempati tidak termasuk kedalam penerima manfaat BLT.

 

“Lalu kriteria seperti apa yang mendapat bantuan itu, sementara saya seorang janda dengan tanggung jawab menghidupi empat orang anak yang masih kecil-kecil, bahkan rumah yang saya tempati saat ini adalah rumah orang tua, peninggalan Alm ayah kami. Bahkan rumah ini bisa dikatakan tidak layak untuk di sebut tempat tinggal, dengan keadaan material rumah yang mengkhawatirkan,”  keluhnya.

 

Sementara itu menurut, Carik Fajar Asri, Nining saat di konfirmasi media ini, di Balai desa setempat, Kamis (29/04) mengatakan bahwa, Pihaknya dalam menyalurkan bantuan BLT tidak melihat dari masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, tetapi melihat dari keadaan ekonomi masyarakat yang benar-benar membutuhkan, atau masyarakat dengan ekonomi kebawah.

 

“Dari 30 orang masyarakat yang menerima BLT telah sesuai dengan hasil kesepakatan kita bersama,” ujar dia…/ ki.

Comment here