Diduga Mark Up Pengadaan Bibit Batang Alpukat Pekon Argo Mulyo

LAMPUNG BARAT, Lensapandawa.com Pekon Argo Mulyo, kecamatan Batu Ketulis, Kabupaten Lambar, diduga mark up program ketahanan pangan tahun 2021-2022, dalam Pengadaan Bibit Alpukat.

Ketika Beberapa awak media konfirmasi terkait rincian Dana Desa, Peratin (kepala Desa) terkesan kurang transparan, kamis 12/01/2022.

RKP Desa dan APB Desa dipublikasikan agar transparan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pedoman Ketahanan Pangan. Dana Desa yang dibelanjakan untuk ketahanan pangan hal ini bertujuan dalam mewujudkan ketersedian, pemanfaatan, dan keterjangkauan pangan di desa.

Diketahui pengadaan bibit Alpukat sudah direasisasikan sejak 2 tahun terakhir. sesuai keterangan narasumber yang diminta identitas tidak dipublik menerangkan.

Tahun 2021 juga terdapat pembagian bibit alpukat, ia menerangkan harga tidak mengetahuinya, juga kurang maksimal ditanam ditanah mereka.

“Tahun 2022 benar ada pembagian bibit alpukat jenis dan harganya tidak tahu, saya ditelpon suruh ngambil, bagikan ke tetangga yang mau, kalau diri pribadi tidak menanam sebab tahun sebelumnya sudah pernah tapi jarang hidup, Tahun sebelumnya ada pembagian bibit alpukat juga kalau jumlahnya sendiri kurang paham,” tandasnya.

Ditempat yang berbeda, Peratin (kepala desa) menerangkan secara langsung dikediaman kepala dusunnya bahwa dirinya hanya menjalankan program dari pejabat peratin sebelumnya. diketahui besar anggaran pengadaan bibit batang Alpukat Rp.50.000.000 (Lima puluh juta rupiah) pada tahun 2022 dan Rp.25.000.000 (Dua puluh lima juta rupiah) pada tahun 2021.

Bila dana Rp.50.000.000 : 500 batang maka perbatang Rp.100.000, dan jika menurut kaur perencanaan 1000 batang, maka Rp.50.000.000 : 1000 = Rp.50.000/batang, Sangat mahal harga bibit alpukat perbatang.

“Saya dilantik tahun 2022 itu APBDES sudah berjalan dan dimusyawarahkan tahun sebelumnya. Jadi, kalau bibit alpukat tahunya tinggal bayar ke mantan peratin yang dulu pak Harjan. Jumlah bibit sekitar 500 biji, untuk tahun ini, kemungkinan kami mengadakan bibit pinang. karena hp saya hilang jadi nanti kalau mau menghubungi melalui nomor juru tulis atau kaur perencanaan mbak,” Terangnya.

Lain lagi ketika mewawancarai kaur perencanaan, dirinya menerangkan seluruh KK mendapat Bibit Alpukat masing-masing 2 bibit batang.

“jumlahnya 1000 bibit batang Alpukat, masing-masing mendapat 2 , untuk jenis dan asal daerahnya Besok ya sebab dokumennya dikantor,” ucapnya.

Masih menurutnya 09 januari 2022, dirinya meminta maaf untuk konfirmasi lebih jelas masalah bibit alpukat ini agar Mengubungi yang mengadaan bibit batang Alpukat.

Selanjutnya, TB (inisial) saat ditemui dirinya tidak mengetahui berapa anggaran Dana desa untuk pembelian bibit ke dirinya.

“Memang berapa mereka menganggarkannya, dibuat 20 ribu perbatang ya?,” cetusnya.

(Dewi jj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *